Saturday, July 25, 2009

Duka

Genggam tanganku
Kuajak kau ke danau hening
Menepi hingga berkubang diri
Basuh lara hati di tepian bening


Usap jelaga di matamu
Mari kutuntun kau ke rumahNya
Rapatkan tangan susun jemari
Ia tak lelah menelusuri kisahmu

Friday, July 24, 2009

Puisiku-Oase Kompas

Puisi-puisiku dimuat di rubrik Oase (Puisiku) www.kompas.com.
Tepatnya di edisi :Rabu, 22 Juli 2009

Link : http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/22/0011264/puisi-puisi.dewi.retno.siregar

Hampir sebagian besar puisi, kecuali "Kamu", belum pernah kuposting sebelumnya di blog pribadiku.

***

Taman Milik Kita

Mari jadikan cerita kita taman bermain
Tanam pohon cemara di tanah seluas hasta
Kita gemburkan tanah kita
Sirami air mata dan semai derai tawa ketika kita berangkul pilu


Mari saksikan pohon cemara saksi cinta kita
Saat matamu bertumbuk dengan degup jantungku
Ketika aku tak mampu menipu merah pipiku
Saat kau sodorkan kembang gula merah jambu


Mari kita bakar kembang api dalam taman cinta
Lontarkan cahaya dalam langit berbintang binar
Jilati pelangi menyapu mendung pergi


Jakarta, 16 April 2009

***

Bayang

Hanya menggenggam wajahmu di otakku
Kubayangkan tanganku menelusuri lekukmu
Di suatu pagi yang lusuh tersapu mendung

Kupintal bayangmu di jelajah pikiran
Di mendung kelabu hatiku pun sendu


Jakarta, awal Juni 2009

***

Kamu
: Birthday Guy


Kamu dan Saya pernah berbagi nikotin dan kafein
Saling cerita di taman kota suatu hari
Kamu dan Saya pernah menikmati masa berderai hujan

Kamu adalah hujan mencium bumi
Menguarkan bau tanah mengajakku berdansa
Sampai musim semi tiba mengajak Saya dan Kamu bersarang
Kamu mengeja huruf, kata dan bait dalam senandung
Saya menyusun gambar membentuk bayang

Kamu marah ya?
Kamu ngambek ya?
Kamu menghapus saya dari pikiran dan hati?

Saya tak sadar, tak mengerti
Kamu lebih dari perhatian kamu
Saya tak sensitif membuka kunci hati


Jakarta, 28 Juni 2009

***

Ketika Senja Kuganti Pagi

Mengapa cinta berkait senja?
Aku bosan menulis kalimat ”Dan kau temani aku hingga senja”
Aku jenuh mencumbu melankoli romantis
Mungkin aku terlambat bangun pagi dan tergopoh memulai hari
Terlalu singkat untuk menikmati gradasi mentari

Dan senja identik matahari berlabuh
Menuju malam lalu kita ikut terlarut bersama kelam
Menikmati istirahat setelah lelah mencari jarum diantara jerami
Ya! Kadang kamu beruntung meraih cinta
Seringkali keringat membulir dalam menangkapnya

Bagaimana jika aku ganti cinta adalah pagi?
Menikmati detik kelam berganti fajar
Lamat-lamat menikmati azan subuh
Mengetuk ingatan senandung yang sama menemanimu pada awal membuka mata
Ketika kita terlahir buta dan tak berdaya
Cinta pula yang menuntun kita menatap dunia

Bagaimana jika kau kusambut bagai mentari pagi?
Pagi ini kecup embun dan menyesap kopi
Ada riuh mengalir ke pembuluh nadi


***

Kopi Tubruk

Kamu cintaku dalam kopi tubruk
Langsung nempel di hati
Nancap di lidah
Ingin kucecap sampai ke ampas


Jakarta, 4 Juli 2008

Wednesday, July 15, 2009

Sindrom Pasca Cuti

Berdasarkan pengalaman pribadi, Penulis mengalami problem susah menulis pasca cuti.

Otak tumpul. (Pengaruh tidak mikir selama seminggu)

Selama berlibur, kegiatan mengetukkan jemari di papan keyboard digantikan dengan tangan cekatan menggerakkan tetikus bermain game.

Selama seminggu kemarin bagai ular tanpa tulang. Ketemu sofa, karpet atau kasur bawaannya ingin rebahan dan tidur. Kini harus terbiasa kembali duduk tegak di meja kantor sembari memandangi layar monitor.

Selama cuti tetap menyalakan fasilitas YM untuk online. Chit-chat sana sini, ujung-ujungnya saya pasti mengatakan sedang cuti. Ada di rumah. Seperti ada kenikmatan tersendiri ketika teman chat lebih kurang balas mengatakan, ”Duh enaknya...” karena mereka ngantor...hahaha..... Duh maaf daku kejam ya, bersenang-senang di atas penderitaan orang lain yang bekerja.

Dan tiba-tiba datanglah ”Hari Pembalasan”. Ketika saya kembali masuk bekerja.


Ini pengalamanku selama 3 hari kembali bekerja :
Merasa asing dengan rute perlintasan kantor – tempat tinggal.

Praktis hanya mampu menyelesaikan 4 alinea tulisan dalam satu hari kerja. Berada di kantor yang lebih kurang 8 jam –belum dipotong acara makan siang di depan meja komputer dan cek e-mail yang meluap selama ditinggal- ini sangat...sangat.. tidak..produktif.

Ini mengingatkan saya pada posisi tukang jahit di Pasar Baru yang mengklaim dalam hitungan jam bisa menyelesaikan order, tapi nyatanya 3 jam berubah menjadi 3 hari!

(Gambar dikutip dari : www.incentivedirect.com)

Tuesday, July 14, 2009

Kamu

: Birthday Guy


Kamu dan Saya pernah berbagi nikotin dan kafein
Saling cerita di taman kota suatu hari
Kamu dan Saya pernah menikmati masa berderai hujan

Kamu adalah hujan mencium bumi
Menguarkan bau tanah mengajakku berdansa
Sampai musim semi tiba mengajak Saya dan Kamu bersarang
Kamu mengeja huruf, kata dan bait dalam senandung
Saya menyusun gambar membentuk bayang

Kamu marah ya?
Kamu ngambek ya?
Kamu menghapus saya dari pikiran dan hati?

Saya tak sadar, tak mengerti
Kamu lebih dari perhatian kamu
Maaf.... Saya tak sensitif membuka kunci hati



Jakarta, 28 Juni 2009

Mampir ke RumahMu

Aku manusia tak sempurna
Mudah ucap janji pada sesama
Kadang lupa menyambung relasi linear

Komunikasi vertikal pun tak lancar
Saat bahagia alpa mengucap kabar
Saat sedih pun tak ingat berpaling

Dear God,
Aku sadar hubungan kita putus sambung
Hari ini aku mau mampir
Sudi terima diri di rumah suciMu



Jakarta, 14 Juli 2009

Bapak Reparasi Sepatu


Sepatu gladiator shoes saya lepas di bagian belakang, tepatnya di bagian penahan tali yang melingkari pergelangan kaki. Masih bisa dijahit, sementara secara keseluruhan tampilan sepatu masih layak pakai.

Mungkin sebagian orang sudah tahu kalau di Jakarta ada Stop 'n Go untuk mereparasi sepatu/tas atau Laba-Laba untuk membetulkan tas/kopor.

Tapi kedua nama tersebut untuk kelas atas, sehingga kurasa barang-barang tas atau sepatu yang kubeli terlalu mewah untuk dibetulkan ke sana.

Kebetulan tak jauh dari pasar Taman Puring, tepatnya di depan ruko terletak dekat belokan menuju Jalan Gandaria Tengah, berseberangan dengan RSIA Muhammadiyah Taman Puring, sering mangkal tukang reparasi sepatu.

Akhirnya di suatu Jumat pagi awal Juli lalu, saya bawa sepatu tersebut ke tukang tersebut. Kebetulan hari kerja di penghujung pekan memang tidak sepadat hari-hari sebelumnya, jadi saya bisa mampir ke sana sembari ke kantor.

Tanpa negosiasi lagi, kuterima permintaan dia untuk bayaran sebesar Rp 5 ribu untuk menjahit kain di belakang sepatu.

Sembari duduk di atas kotak kayu, saya pandangi tukang itu bekerja. Dia seorang bapak tua yang kutaksir berumur 50 tahun lebih. Kulitnya legam tanda terpanggang matahari. Lalu, yang menjadi perhatianku ketika lengan berotot, tanda sepertinya banyak menggunakan tangan untuk bekerja dengan tenaga fisik, sibuk menjahit. Sepuluh jemarinya tak henti gemetar seperti tremor.

Namun, jari-jari itu tak meleset dalam menusukkan jarum ke sepatu. Mulut saya jadi gatal bertanya, “Sudah berapa lama mangkal di sini, Pak?”

“Sudah lama. Sampai ga menghitung,” kata bapak itu nyengir sementara jari-jari (yang tak henti gemetar) terus menusuk kain lalu menarik benang. Mata tetap fokus ke sepatu yang sedang diperbaiki.

“Biasa mangkal sampai jam berapa Pak?”

“Biasa sampai jam 3 atau 4 sore,” katanya sembari diam sejenak. Lanjut berkata, ”Kalau jam 3-an sudah mulai beres-beres,” katanya.

Tak terlihat di lengannya ada arloji melilit. Mungkin dia menanyakan waktu pada bapak sekuriti di ruko yang tepat berdiri di belakang tempat dia mangkal. Bisa jadi ditandai setelah sholat Ashar segera berkemas bergegas pulang. Atau seperti layaknya orang-orang zaman dulu yang masih sempat menjadi masyarakat agraris, waktu ditunjukkan oleh tanda-tanda alam seperti jatuhnya bayangan tubuh ditimpa sinar matahari. Entahlah.

Saya diam, masih menyaksikan jari-jari yang gemetar itu menyelesaikan jahitannya.

Hanya saja jadi terlintas satu pikiran di dalam diri. Bapak setua ini, dengan kondisi fisik tak prima, masih tegar mencari uang. Kondisi fisik dengan jari-jari gemetar tak menyurutkan diri untuk berhenti dari pekerjaan yang intinya menggunakan ketrampilan jari tersebut.

Apakah Saya mampu bekerja setegar itu? Mau punya masa tua seperti apa?

Wednesday, July 01, 2009

Namaku Apa Ya?

Mau mengajukan permohonan cuti, langkah pertama membuka Portal korporat.

Perusahaan tempat saya bekerja punya 3 gedung berbeda, sehingga antar departemen bisa terpecah-pecah lokasi. Sistem administrasi kami sudah memanfaatkan sistem online. Termasuk meminimalkan kebutuhan kertas (paperless).

Lalu saya mengarahkan kursor meng-klik Log-in.. muncul dua kolom yang harus diisi, User ID dan Password.

Ups!

”Saya memakai nama apa ya? Password-ku apa ya?” kata saya dalam hati.

Hidup di zaman internet, kita pasti punya berbagai account e-mail di situs berbeda.

Lebih efisien dan gampang jika Nama dan Password sama untuk di semua alamat e-mail. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, cara ini tidak bisa mutlak dilakukan.

Kehadiran berbagai situs internet dengan berbagai macam dan tujuan, menghasilkan fungsi berbeda sekaligus password belum tentu sama.

Pertama, alamat e-mail kita di perusahaan, untuk komunikasi resmi antar rekan sekantor termasuk pula ketika kita berurusan dengan ’dunia luar’ dengan membawa institusi. Tentu saja, nama yang terlampir di e-mail adalah nama formal seperti tercantum di KTP/kartu nama. Tinggal modifikasi sedikit dari nama lengkap saya yang terdiri dari 4 kata.

Ketika bekerja di hari pertama, saya harus menetapkan nama dan password e-mail perusahaan. Rekan dari bagian Teknologi perusahaan. Mereka yang nanti melakukan verifikasi. Jadi, tak mungkin saya memasukkan password yang sama dengan alamat e-mail pribadi kepada dia. Ini sama halnya dengan rela orang lain memiliki kunci untuk membuka peti dimana surat cinta kita tersimpan.

Alamat kedua, adalah alamat e-mail pribadi, nah ini account kita miliki di website Yahoo, Gmail, MSN, dan sebagainya. Ini sih bisa mengeksplorasi kreativitas dan asalkan gampang diingat.

Alamat e-mail pribadi ini biasanya digunakan untuk membuka akses kita menuju website jejaring sosial, seperti Facebook, Friendster, Multiply, dan sebagainya. Termasuk pula situs blogspot, milis/komunitas satu hobi, atau website kebutuhan khusus. Seperti penghitung trafik pengunjung blog, imageshack, dan portal koran e-paper.

Nah, kembali ke urusan isi form cuti. Langkah pertama saya coba mengisi dengan User ID dan Password yang sama dengan alamat e-mail kantor. Tidak berhasil.

Coba sekali lagi dengan modifikasi nama di internal outlook dan password e-mail saya masuk kantor. Lho? Kok nama Retno yang berbeda.... syukur baginya karena password ini cuma membuka jalan untuk rekap data cuti. Coba kalau urusan gaji, bonus, dsb?

Ohya, kami punya portal pembelian barang. Milik internal ditujukan bagi karyawan jika ingin membeli barang secara potong gaji. Saya coba masukkan, ternyata salah pula.

Huh! Yah, cara tercepat adalah me-reset. Mengganti nama di User ID sekaligus password. Saya telepon bagian Teknologi, dan ternyata karena urusannya untuk ’cuti’, saya harus mengontak HRD atau di tempat kami disebut Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Mbak dari bagian PSDM sempat bertanya, ”Pernah diganti nama dan passwordnya?”

Saya bingung. Kayaknya pernah, sekitar Maret lalu ketika saya mengisi form cuti. Dan otak ini blank... Haha.. salah satu kebiasaan jelek ketika membuat nama dan password semangat sekali membuatnya unik dan (terkesan) rahasia. Padahal, pasti mengisi nama dan password yang itu-itu saja.

Asal tahu, memang kebijakan mengisi formulir pengajuan cuti secara online baru berlaku Oktober tahun lalu, atau tepat sesudah saya menghabiskan cuti tahunan.

Dibantu bagian PSDM, saya berhasil membuat nama ID baru sekaligus password yang standar-standar saja. Akhirnya selesai pula pengajuan aplikasi cuti saya.

Lalu mata tertumbuk pada link Rekrutmen, iseng kuarahkan kursor ke Internal Rekrutmen... tekan.. dan .. kembali lagi terpampang Log-in permintaan User ID dan Password muncul.... Huh! Harus mengajukan lagi pertanyaan ke bagian PSDM, ini berurusan sama departemen mana. Lain kali saja. Mungkin ini upaya meminimalkan kutu loncat antar departemen ya? Walaupun tidak resign, tapi perpindahan satu orang tenaga kerja ke departemen lain, tentu akan meninggalkan posisi kosong di departemen lama.

Pengalaman yang saya peroleh, ada dua hal. Pertama, gunakan satu nama dan password sama untuk keperluan internal. Atau kedua, catat semua User ID dan password di satu kertas khusus. Mungkin kamu punya password andalan, tapi kadang meleset pula. Jangan anggap satu alamat e-mail dan password kantor seperti memiliki kunci ke semua pintu di satu gedung. Apalagi jika untuk urusan kantor saja kamu memiliki link yang beragam.

Monday, June 29, 2009

Akhir Pekan Menyenangkan

Saya mengalami Fabulous Weekend pada Sabtu kemarin.

Dimulai dari nonton premiere film Ice Age 3 (silahkan baca resensi filmnya di Ruang-Resensi yaa….). Sudah bangun pagi, mandi, dandan, melihat jarum jam masih terlalu dini untuk berangkat, saya kembali lenyeh-lenyeh di tempat tidur. Waks… bablas! Jarum jam menunjukkan pukul 9.45 padahal penayangan film pada pukul 10.00 WIB.

Catatan : saya tidak suka hadir tergesa-gesa dalam suatu pertemuan. Jadi, kondisi ’mepet waktu’ bagi saya agak bikin jantung gimana gitchu...

Untung jalan raya Jakarta tidak macet di pagi hari akhir pekan. Jam 10.15 saya sampai di bioskop, untung masih dapat duduk di Baris A. Baris A paling belakang, deretan bangku paling tinggi, dan paling aman bagi orang yang tingginya standar seperti saya.

Ohya, penayangan premiere atau pemutaran perdana dari suatu film, khusus untuk wartawan untuk penulisan resensi film, pengamat, atau undangan lainnya. Dalam jenis pemutaran ini, bangku tempat duduk kita bebas pilih sendiri. Jadi ada faktor siapa cepat dia dapat yang paling nyaman.

Tapi ternyata deret A masih ada yang kosong, bahkan kebetulan bertemu teman lama dari Kompas dan kami duduk bersebelahan. Lumayan... seusai film diputar, saya jadi punya teman bertukar pendapat tentang film tersebut.

Seusai menonton film, saya menyaksikan acara pembukaan program liburan sekolah di Mal Ciputra Jakarta. Ada demo masak.. tidak tertarik dengan resep makanannya. Kecuali promosi alat masaknya yang katanya bisa memudahkan membuat opera cake dan memasak ketupat hanya sekitar 15 menit. Wauw! Cocok untuk Lebaran dan menghemat gas. Tapi saya tidak tahu rasa yang dihasilkan.

Yang dinanti oleh saya dan tentu sebagian besar pengunjung, kehadiran penyanyi Vidi Aldiano. Waduh, saya kembali merasa teenager, terpana melihat manusia ganteng sekaligus bersuara bening seperti titel lagunya Nuansa Bening. Teman liputan saya ketawa menyaksikan saya termehek-mehek ikut bernyanyi, maju ke depan panggung memotret wajah Vidi via BB, upload foto di FB dan mengupdate status.

Hihi, Mas, untuk urusan konser musik rasanya saya selalu menjadi remaja belasan tahun :-p

Saya ikut bergoyang ketika Westlife manggung di Jakarta. Walaupun kecewa melihat 4 penyanyi asal Irlandia tak beda dengan bule-bule jalan Jaksa yang berperut buncit kebanyakan minum bir, menari di atas panggung sembari bernyanyi Up Town Girl.

Pernah ikutan termehek-mehek menyaksikan vokalis Andra & the Backbone berlagu ”.... kau adalah darahku, kau adalah jantungku, kau adalah hidupku, lengkapi diriku, oh sayangku kau begitu ........sempurna”.

Ohya! Perjalanan saya belum berhenti di Mal Ciputra Grogol. Sekitar jam 15.00 saya menjejakkan kaki di Istora Bung Karno, ke Pesta Buku Jakarta 2009. di sana bertemu teman-teman, akhirnya lima wanita pun melanjutkan acara makan malam di PIM. Sightseeing Zara, Sogo, dan Metro yang menempelkan pengumuman ”Sale”. Lanjut ngopi dan ngemil di J.Co sebelum pulang ke tempat tinggal masing-masing.

What a easy busy and happy day.

Friday, June 26, 2009

Gundah :(

Sekali lagi menangis di musim semi
Rasa ini hanya periode melingkar
Cerah, hujan, air mata mengalir, hati terpanah

Saat kelopak melayu dan berguguran di hari kelabu
Jauh melangkah kembali berputar dalam satu siklus

(Beri satu kesempatan lagi, atau bungkus saja hati ini ke laut terdalam?)

Wednesday, June 24, 2009

Membuat Katalog untuk Perpustakaan Pribadi

Sebagai upaya merintis punya Perpustakaan Pribadi, ataupun memelihara koleksi buku dsb dengan baik, tips membuat katalog semoga berguna :

Perpustakaan berisi kumpulan buku atau materi perpustakaan lainnya, seperti koleksi CD-Rom, kaset dan lain-lain.

Pertama-tama tentukan tujuan membangun perpustakaan. Apakah untuk pribadi sehingga sesuai minat pribadi, atau untuk umum (komunitas tertentu).

Perlu pertimbangan lokasi perpustakaan, anggaran, peraturan, dan pencegahan kehilangan.

Untuk memudahkan pencarian buku : buat katalog, buku induk, dan menempatkan buku berdasarkan Klasifikasi. Setiap buku yang dimiliki harus dicatat dalam Buku Induk yang memuat identitas buku (Judul, Pengarang, Penerbitan, Tanggal Pembelian, dan Keterangan).

Sebaiknya Buku Induk dibagi dalam Tahun untuk mengetahui bertambah atau berkurangnya koleksi buku per tahun.

Setiap buku memiliki Kartu Katalog yang terbuat dari kertas karton ukuran 12,5 x 7,5 centimeter yang memuat tanggal, Pengarang, Judul, Nama-Tahun-Kota Penerbit, Tahun Terbit, dan Kolom Keterangan yang bisa berisi ringkasan isi buku atau keterangan fisik buku.

Jika buku boleh dipinjamkan ke orang lain maka dibuat Kartu Peminjaman untuk mengetahui keberadaan buku.

Klasifikasikan buku berdasarkan isi. Misal warna merah (untuk karya umum), hijau (untuk hobi), kuning (untuk teknologi) dsb. Dengan catatan : warna dipakai untuk buku yang jumlahnya masih di bawah 300 buah.

Jika jumlah buku melebihi 300 buah (buku), gunakan pembagian Klasifikasi Dewey yang sudah umum dipakai.

Klasifikasi Dewey membagi buku dengan menggunakan nomor. Jika jumlah buku mencapai 1.000 maka gunakan nomor dengan 3 digit.

Keponakan Cerdas Tante Baik Hati

Sabtu lalu, beberapa keponakan melapor pada saya. Laporannya berupa prestasi kenaikan kelas dan hasil rapor. Maklum, Sabtu (20/6) lalu para pelajar memperoleh rapor hasil belajar selama satu tahun, termasuk pengumuman kelulusan SD.

Pertama, Rani via telpon mengabarkan dirinya berhasil naik dari kelas 2 ke kelas 3 SMP. Yang menakjubkan adalah dirinya juara pertama dari total 3 kelas. Ck..ck.. memang keponakan saya ini lebih cerdas ketimbang diri saya di usia sebaya. Finalis olimpiade Matematika se-Bogor, bisa lari keliling stadion sepakbola 3 putaran lebih, cepat menguasai bahasa Inggris dan Mandarin, serta punya bakat dasar memperbaiki peralatan listrik (termasuk sudah ujicoba membetulkan alat perekam micro-tape milik saya).

Ohya, tapi dalam pembagian rapor semester sebelumnya, diingatkan guru untuk berlatih dalam pelajaran Mengarang sekaligus bahasa Indonesia (haha... dalam hal ini perlu berilmu dari tantenya yang bekerja sebagai peracik kata dalam industri media). Tapi sepertinya dia sudah memperbaiki nilai-nilai pelajaran yang kurang.

Lalu, menyusul Libby mengabari via pesan pendek, kalau pada hari itu dia lulus dan memperoleh medali Silver.. Aih, Libby ini smart, kritis dan punya sejumlah pertanyaan yang seandainya saya menjadi mamanya pasti bingung menjawabnya....haha.. Kini si Blossom Junior siap memasuki dunia SMP. Congrat Libby!

Sore hari, Ammar yang berusia 7 tahun mengabarkan naik ke kelas 2 SD. Memperoleh hadiah tabungan dari sebuah bank syariah.

Hoa.. senangnya punya keponakan-keponakan cerdas. Ini enaknya jadi Single Bahagia, tak perlu menanti 9 bulan 10 hari (plus strech mark, varises, mual-mual...hehe..maaf ya buat para ibu. Tidak bermaksud memojokkan cuma ini adalah contoh tanda-tanda kehamilan yang sampai saat ini belum saya alami) untuk memiliki unyil-unyil dari saudara maupun sahabat.

Tentu saja saya jadi berpikir hadiah apa yang menarik untuk mereka... Ohya, jangan berpendapat karena kita punya uang tentu bisa membeli perhatian anak-anak.

Anak kecil tentu tidak mau dekat-dekat dengan orang yang tak hangat pada mereka. Jadi, saya bersyukur telah menjadi Tante Baik Hati.

Tuesday, June 23, 2009

Ingat Masa Lalu


Kadang-kadang terasa menyenangkan saat menepi dan mengenang masa lalu. Salah satu cara, mendengarkan kembali lagi lagu lama. Hanya diam, sambil otak mengingat suatu kejadian atau seseorang di waktu silam.

Seperti saat ini, saya mendengarkan lagu lama dari Def Leppard berjudul ”When Love and Hate Collide”. Lagunya bercorak slow rock asyik, mengingatkan saya pada seseorang.

Seseorang itu masa lalu saya. Seseorang yang penggemar dan sering memutar lagu-lagu grup band asal AS ini. Seseorang dari periode saya masih mengenakan seragam putih abu-abu. Jago olahraga (I don’t know why I often have crush with Basketball player or Volleyball player, someone who love sport..), cakep (pastinya menurut ukuran dan hati saya), dan cara mata dia menatap diri ini (ahya, kalau saya jadi seleb dan wartawan bertanya apa yang menjadi daya tarik fisik saat saya pertama kali bertemu pria, maka saya bisa katakan “mata… pesona mata”.

Saya cemburu ketika dia akrab dengan seorang wanita yang konon ditaksir. Tapi saya juga punya yang lain. Lalu ketika saya akhirnya bersama dia, saya merasa menjadi makhluk paling bahagia. Bersama pria hangat dan good loooking.

Kami lalu terpisah jarak. Antar kota, antar provinsi.... hmm sound like the bus.

Salahkan dulu sarana komunikasi hanya telepon dan surat. Masih ingat dapat kartu pos dari dirinya yang membuat saya berulang kali membacanya. Salahkan saat itu tidak ada sarana e-mail, YM atau ponsel. Tapi walau prasarana telekomunikasi canggih, urusan relasi kan tergantung manusianya.

Salahkan diri yang suka gampang terpesona, lalu meredup, tak mampu menjaga hati. Gaya Libra sejati (ini kata temanku...). Pembicaraan di telepon yang..bikin..dia.. tapi sudahlah, memang saat itu masa naif bukan?

Kami ada pada masa sedang melihat dunia baru yang lebih lebar daripada sekadar gedung sekolah dan lapangan upacara.

Menjalin cinta pun butuh pembelajaran dan pengalaman. Saya ingat dia suka lagu ini, dia bilang kalau dengar lagu ini mengingatkan tentang kami. Saya cuma ngeh lagu ini enak di kuping, tahu arti judul jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan berulang disebutkan pas Reffrain. Tapi baru mencari lirik secara keseluruhan sekarang. Dan...Hah???.... Entahlah...

Saya hanya jadi merasa he was the precious one....it was!


When Love And Hate Collide

You could have a change of heart, if you would only change your mind
Instead of slamming down the phone girl, for the hundredth time
I got your number on my wall, but I ain't gonna make that call
When divided we stand baby, united we fall

Got the time got a chance gonna make it
Got my hands on your heart gonna take it
All I know I can't fight this flame
You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby, time after time

Without you
One night alone Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide

I don't wanna fight no more, I don't know what we're fighting for
When we treat each other baby, like an act of war
I could tell a million lies and it would come as no surprise
When the truth is like a stranger, hits you right between the eyes

There's a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

[Repeat Chorus]

[SOLO]

You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby...Crazy...Crazy

Without you
One night alone
Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
One night alone
Is like a year without you baby
If you have a heart at all
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide

Friday, June 12, 2009

Super Sensitive Mellow Lady

Manusia tak ada yang sempurna.
Kamu bisa jadi super..super.. sensitif.. mellow.. karena merasa disakiti, dihina, dilecehkan dalam kata-kata, dsb.

Kamu juga tidak sempurna di mata orang lain.

Bahkan yang katanya sempurna dalam ukuran-ukuran manusia : cantik/ganteng, pintar, cerdas, beruntung atau apapun, masih ada yang kurang di mata orang lain.

Tapi memang lebih gampang memandang kekurangan orang lain, daripada kekurangan diri sendiri.

Kalau memang ga ingin disakiti, yaaa lebih baik angkat kaki dan menepi di sudut tepi.

Tapi ga mungkin kan?

Sabar... Sabar.. Sabar...
(sambil denger lagu ”Supermassive Black Hole” nya Muse... )

Ooh, baby don’t you know I suffer?
Oh, baby can you hear me moan?
You caught me under false pretenses
How long before you let me go?

Ooh, you set my soul alight
Ooh, you set my soul alight


………

Saya mengambil cermin dan berkaca. Lebih dari sekadar membetulkan bedak dan memulas lipstik di bibir yang tadi sudah hilang tersapu makan siang. Saya pandang ke dalam.. bercermin diri mengoreksi hati yang kelabu.

Thursday, June 11, 2009

Surat Itu....

Tanganku masih kaku,
usai menulis larik syahdu di kertas biru
berharap cemas kau terima pesanku
kukemas dalam senandung rindu

Masih kumenanti di stasiun itu
sambil memandang buyung bermain gundu
waktu bergulir dalam tunggu
masih kutimang pena darimu
menoreh surat untukmu...



*Balasan puisi untuk teman milis

Wednesday, June 10, 2009

Sst..Nikmati Sendiri Saja

When the day is long and the night, the night is yours alone,
When you're sure you've had enough of this life, well hang on
Don't let yourself go, 'cause everybody cries and everybody hurts sometimes

Sometimes everything is wrong. Now it's time to sing along
When your day is night alone, (hold on, hold on)
If you feel like letting go, (hold on)
When you think you've had too much of this life, well hang on

'Cause everybody hurts. Take comfort in your friends
Everybody hurts. Don't throw your hand. Oh, no. Don't throw your hand
If you feel like you're alone, no, no, no, you are not alone

If you're on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you've had too much of this life to hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone



Mendengarkan lagu Everybody Hurts versi The Corrs, bikin saya speechles.
Lagu ini karya R.E.M dan dinyanyikan pertama kali pada 1992, tapi saya lebih senang ketika lagu ini dilantunkan kuartet asal Irlandia di 2000-an. Suara Andrea Corr yang menyayat, dipadu dengan gesekan biola …hff..

Mari dengarkan ketika kamu merasa kehilangan, merasa menit-menit terlalui dalam kekosongan.

Hanya ingin waktu yang ramah memeluk diri
Bukan butuh seseorang untuk menumpahkan isi hati
Karena cukup cerita ini kamu kunci tak berbagi pada mereka
Mari kita anggap cerita kamu sebagai permainan dan terpercik api


Kita pernah salah
Bertemu di waktu yang tak tepat
Atau tengah menganggap dunia ini taman bermain
Terlalu lama kita bersuka ria
Melempar dadu nasib berharap membawa peruntungan ke kita mau



atau

Indonesia Aneh Ya (Tentang Miss Indonesia)

Di depan laptop sembari mulai menyantap menu makan siang. Seorang teman nyelonong mempostingkan via Yahoo Messenger (YM) berita ini :

Miss Indonesia 2009 Tak Mahir Bicara Bahasa Indonesia

Jakarta - Setelah menyandang gelar Miss Indonesia 2009, Kerenina Sunny Halim segera belajar Bahasa Indonesia. Dia pun akan memperdalam pengetahuan tentang adat dan budaya Indonesia.

"Saya memang kurang mahir berbahasa Indonesia, dan hanya bisa sedikit-sedikit saja," Kerenina mengakui kelemahannya. "Saya sekarang ambil home schooling dari Amerika langsung, di rumah pun sehari-hari saya memakai bahasa Inggris, jadi memang jarang bicara dengan bahasa Indonesia," katanya. Ia pun mengaku belum paham budaya, adat, dan provinsi di Indonesia. "Saya janji akan memperdalam semua hal tentang Indonesia, khususnya untuk memperlancar bahasanya."


Berikut link-nya : http://showbiz.vivanews.com/news/read/65131-miss_indonesia_2009__belajar_bahasa_indonesia

XXXXXX: kaya gitu kok bs jd miss indonesia
enoXXXX: kok bisa menangggg
enoXXXX: jd definisi "Miss Indonesia" apa dunk..



Haha... aneh!

Pemenang Miss Indonesia ini bakal dikirim ke kontes Miss World, masing-masing membawa bendera negara, menonjolkan definisi kecantikan dan kepintaran menjawab pertanyaan juri, dan secara langsung maupun tidak mempromosikan negara.

Jadi, si Kerenina ini seperti 'sales 'yang mempromosikan suatu produk yang dia sendiri tidak tahu ’knowledge produk-nya’.

Beneran lho, ini jadi menjungkir balikkan pemikiran saya tentang penjurian kontes yang berjuluk Puteri, Miss, Ratu Ayu, dsb yang konon mencari wanita belum menikah memiliki beauty, brain dan behaviour acung jempol. Termasuk juga pemahamannya tentang budaya negeri sendiri. Waktu penjurian apa aja yang dinilai ya sehingga pengetahuannya tentang budaya, adat, dan nama-nama provinsi di Indonesia bisa dilakukan upgrade menyusul???

Ohya, mungkin kita maklumi saja. Dari segi kosa kata Indonesia pun terjadi sinkronisasi antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia : Miss + Indonesia. Sehingga bisa dimengerti yang menang pun IndoInggris. Atau memang inilah realitas masyarakat Indonesia saat ini?

Friday, May 29, 2009

Ketika Penyakit Maag Kambuh

Saya berdiri memperhatikan setumpuk kemasan berdimensi 15x6x7,5 cm. Saya sedang berpikir mau membeli satu atau dua.

Tiba-tiba suara ini terdengar di samping saya. "Ohya, biskuit abon untuk nenek," suara cowok itu datang dari samping saya seraya mengambil sebuah kemasan yang tengah saya perhatikan tadi dan berlalu bersama pasangannya.

Hah? Untuk nenek???
Argggg....Hnmffghwgghh........ Sialan lu, biskuit Malkist rasa Abon Sapi yg tengah saya perhatikan itu makanan saya.

Dan kamu sebut biskuit itu untuk nenek??
Ups, tapi memang sih dulu kalau baru dapat honor ngajar sbg asisten dosen pun saya membelikan almarhumah nenek saya biskuit ini. Beliau senang mengunyah biskuit Malkist yang beliau sebut 'roti kapal' dengan mencelupkannya ke dalam susu sarapan pagi.

Dan kini saya mengikuti selera almarhumah nenek saya di usia yg lebih muda 50% gara-gara sakit maag.

Yap sudah setahun saya menghindar dari dokter internis langganan. Dokter tsbt sudah mengingatkan saya u/rutin check-up memantau penyakit maag mayan parah tapi selama ini saya abaikan.

Minuman bersoda, makanan bersantan, kue tart penuh krim, rum dan ketan-ketanan sudah lama saya hindari. Perut ini memang menolak varian tersebut.

Tapi jangan tanyakan soal kopi. Uff.. setiap hari harus minum kopi kental meskipun katanya itu big NO NO untuk penderita tukak lambung.

Hingga akhirnya pada Kamis (21/5) yang seharusnya sebagai hari menikmati libur, justru aku tepar di tempat tidur. Perut melilit hingga sesak nafas, kepala pusing berputar-putar, mual, menolak makan maupun minum. Jika saya runut ke belakang, gara-gara deadline kerjaan saya mampu menggelontorkan kopi ke dalam tenggorokan 3 gelas sehari, dan menunda makan.

Hiks! Kalau lagi sakit, baru tersadar betapa nikmatnya jika badan ini sehat! Kalau kata dokterku : jangan minum kopi, makan teratur dan hindari stres. Yampun.... yang namanya makhluk hidup pasti ada pemikiran mengganjal...Bahkan Mowgli yang tinggal di hutan pasti pernah stres. Terutama saat menghindar dari terkaman harimau Shere Khan :))

Kini saya sudah 9 hari tanpa minum kopi. Gantinya : teh hangat, teh tarik sachet dari Max Tea (varian teh susu mengimitasi lidahku akan rasa kopi hangat plus creamer), atau minum air putih hangat.
Lalu berupaya menyimpan biskuit atau buah-buahan di simpan di dalam kotak roti kemanapun pergi, dan berupaya makan 3 kali sehari on-time.

Monday, May 25, 2009

Tentang Dia yang Nyaris Sempurna

: My Muse


Pada suatu hari aku mengisi waktu dengan menangis tiada henti
Meringkuk di kasur menyekap diri di tempat tidur
Merasakan ada yang terbang dari raga
Ada yang hilang dari dalam tubuh yang –ternyata- masih bernyawa
Aku jadi mengerti arti ”Hampa” akibat peristiwa kehilangan
Sangat..sangat...memahami.

Aku terus menangis hingga suatu titik air mata tak ada yang keluar, semua cairan di badan telah sirna terkuras
Keanehan pun terjadi
Perasaan ini kemudian muncul
Aku menemukan diri dalam jiwa yang baru
Ajaib! Hampa itu seolah membawa terbang satu sukma lain dari badan ini
Air mata seolah membaptis diri, sementara Rasa itu membuatku hilang ingatan
Tepatnya ingatan tentang kita dan suatu masa bersama.

Aneh?
Kurasa tidak.
Kita memang dua jiwa tegar tak saling membutuhkan
Suatu kesempatan kita pernah bertemu dan saling suka (atau seolah demikian?)
Bertemu-berpisah-bersua-berpisah-bertemu lagi
Hingga percaya pada nujum bahwa bertemu-berpisah berulang kali pertanda memang langkah kita untuk bersama
Lalu kita berubah menjadi dua sosok asing saling bersaing minta pengakuan pasangan

Ada cerita bimbang, ada kisah kekasih intermediate
Dan kita menyadari bahwa mata kita tak saling menatap dalam binar cinta
Akhirnya salah satu dari kita berani menyudahi

Air mata mencuci semua cerita hingga kita saling tak mampu mengingat
Aku mengidap amnesia
Samar ingatan terasa ada satu putaran waktu kugenggam si nyaris sempurna
Dan kuhembuskan ia dari telapak tangan ke dalam pusaran angin
Aku pun berbisik ’Pernah Menemukan’ tanpa ingin mengenang kembali.

Lost in Nowhere (Mati Ide)

Senin 9.40 PM.
Seharusnya malam ini saya bekerja.
Ruangan kantor yang sepi, AC yang adem tak menyemburkan hawa dingin menusuk, tapi bikin comfort memandangi layar monitor di cubicle, hanya bunyi ketikan keyboard di sudut ruangan (artinya, cuma ada 2 orang, saya dan orang lain, di ruangan ini).

Tapi saya ga mampu untuk merealisasikan niat menyelesaikan kerjaan malam ini.
Apa yang salah?

Saya sudah siap berkorban... ikuti kalimat yang kucabut dari ”Cerita Dalam Keheningan” karya Zara Zettira ZR yang menurutku pembenaran dari yang kujalani saat ini..... ”Bahwa untuk mendapatkan sesuatu, selalu ada pengorbanan. Selalu harus ada yang hilang. Misalnya, untuk mendapatkan uang kita harus bekerja. Bekerja berarti kita kehilangan waktu untuk diri kita sendiri. Untuk mendapatkan, kita harus kehilangan.”

Waktu yang saya habiskan demi pengakuan diri.
Waktu yang saya pakai untuk kesempatan mengikuti pelatihan dari kantor.
Waktu yang saya alokasikan untuk sosialisasi : menyeimbangkan pekerjaan dengan relationship atau atas nama menjalin tali silaturahmi.

Saya tiba-tiba sadar bertanya pada diri.. mengapa ide jadi susah berkelebat di otak?
Bisa saya katakan saya mendapatkan duit dari ’ide’dan ’kata-kata yang kurangkai menjadi kalimat’. Tapi kenapa kini susah untuk mendapat ide?
Saya sudah jadi seperti robot. Mesin massal pemuntah kata.
Termasuk pula kegiatan aerobik bukan lagi bagian dari pelepas penat. Tapi sekadar alokasi waktu 1-1,5 jam yang rutin kulakukan untuk menjalankan rangkaian gerakan ritmis yang kupercaya membakar kalori, menjaga badanku tetap bugar dll.
Tapi rasanya bugar itu hanya sebatas bentuk. Tidak menyentuh pikiran dan hati.
Badan saya perlu istirahat. Otak ini tak ingin bekerja.

Ups.. saya jadi ingat! Kapan terakhir membuat coretan di blog ini yang in-depth tentang pikiran saya? Sepertinya memang sudah lama tak kulakukan...

Sepertinya saya tahu yang harus kulakukan malam ini.
Shut down komputer. Rapikan meja dan kemasi barang-barang. Pulang lalu tidur.

Friday, May 22, 2009

Maaf

: semua yang kucintai & mencintai


Potret ini hampir lapuk dalam badai hidup
kutemukan kembali dalam keheningan usai hujan mendera
bersama Dia yang kucinta yang mengusap helai rambutku.

Telapak jemarinya mengingatkanku pada harum maskulin pertama kuhirup
saat Ayah memeluk sembari membisikkan doa jadikan malaikat kecil cahaya dunia
membangkitkan simpul syarafku tentang wangi mawar disemai Ibu sembari mencium pipi gembil bocah berambut jagung.

Semakin dalam kuhela nafas, semakin jauh relung ingatanku terlempar
Ketika aku menjadi bongkah batu berkeinginan besar
Mengemas pemberontakan masa muda bersama hela naif menyesakkan dada orang yang mencintaiku sepanjang tarikan nafas
Maafkan aku si bibir silet pernah menghunus benak bersama kata menikam
Ampuni si anak hilang yang kembali bersarang.

Lalu telapak jemari itu perlahan merengkuh pinggangku
Menarik kepalaku ke dalam dada, mengirimkan sinyal ketulusan hati
Aku hanya bisa mengalirkan sungai dari danau di jelaga mata ini
Sesak dada sirna menyapu selingkuh pikiran yang kukemas bersama senyum muslihat
Meluapkan kata ’maaf’ tak terucap untuk setiap tipu lidah dan laku tak layak

Beri aku kesempatan untuk kesempatan yang kalian pernah sempat berikan......
.... Aku tebus dalam jalan tulus.