Sunday, May 22, 2011

22.05.2011

Hari ini saya bersyukur kepada Allah SWT.

Merasa beruntung dengan kehidupan yang saya jalani, sekaligus membenarkan bahwa setiap ada cobaan pasti ada penyelesaian.

Saya coba membongkar diary lama, dan ternyata hampir semua wish list, target atau impian besar saya terealisasi. Mimpi itu terwujud dengan cara dan jangka waktu yang punya ceritanya masing-masing. 

Pembelajaran yang saya petik adalah : berani bermimpi dan jangan pernah pesimis

Don’t you ever underestimate your power!

*Siap-siap membuat wish list baru*

Tuesday, May 10, 2011

Buku dan Julukan Bu Guru

Setelah renovasi rumah dan kamar berjalan lebih kurang 4 bulan, awal Mei lalu saya mulai “mengisi kamar”.

Pusat kebahagiaan baru saya di kamar itu adalah sebuah lemari buku berdiri manis di salah satu sudut kamar. Lemari buku ini barang lama milik mamaku kemudian dibetulkan dan dipernis oleh tukang kayu. Semula lemari kayu itu agak terkelupas, warna kayu yang redup dan tidak berpintu. Saya minta agar dipasangkan pintu kaca di lemari tersebut untuk meminimalkan penumpukan debu diatas permukaan buku-buku, karena saya alergi debu.

Kemudian permintaan saya yang lain kepada tukang kayu agar dipasangkan kunci pada pintu-pintu tersebut.

Saya menjadikan koleksi buku sebagai milik berharga. Daripada buku atau majalah berpindah ke tangan-tangan peminjam yang lupa mengembalikan, karena kamar jarang saya tempati, lebih baik lemari buku itu dikunci.

Sebelum punya lemari buku pribadi, koleksi hanya tersimpan di rak-rak kecil atau disimpan di dalam kardus. Minggu kemarin, dibantu beberapa asisten, kardus-kardus itu dimasukkan ke dalam kamar supaya saya gampang membuka dan menyusun isinya ke dalam lemari di waktu luang nanti.

Mang Sugi, salah seorang asisten, berceletuk, “Isi kardus ini semuanya buku, mbak?

“Ya,” jawabku.

“Dibaca semua mbak?”

“Iya,” jawabku lagi.

“Hebat. Bisa jadi Bu Guru. Tapi kalau saya jadi guru, buku-buku ini pasti saya jual,” katanya.

LOL….kontan saya tertawa spontan mendengar celetukannya. Mungkin maksudnya, buku identik sebagai sumber ilmu. Guru pun sebagai sumber ilmu, biasanya punya banyak buku dan bahan referensi agar menjadi orang yang lebih pintar daripada murid.

Amin…amin.. kalau buku-buku yang banyak itu menjadikan benak saya berisi informasi dan pengetahuan. Tapi buku-buku kumiliki untuk dijual alias diloakkan?? Hmmm… saya masih susah melakukannya.  

Tuesday, May 03, 2011

Puisiku Dimuat Lagi

April 2011 bisa jadi bulan super sibuk bagi diriku. Jumlah pekerjaan yang harus kuselesaikan, plus rencana izin dan cuti hingga di minggu terakhir April, saya berlibur ke Medan – Pematang Siantar.
Yap. Nama saya yang paduan Jawa-dan marga Batak membuktikan dalam darah ini ada kombinasi suku di Indonesia, serta punya beberapa pilihan mudik.


Dan ketika saya mulai ngantor per 2 Mei, tahu-tahu mendapat kabar dari mas Yo untuk mencek website Perempuan.com.


Hura! Puisi-puisiku dimuat. Kalau mencek tanggal coretan puisi dan tanggal posting, pembaca bisa memperkirakan berapa lama rentang waktu akhirnya puisiku dimuat. Jujur saja, saya sempat capek ‘mengintip’ website untuk memantau posting terbaru puisi, sudah merasa yakin tidak dimuat karena kualitas karya para pemuisi sebelumnya sangat diatas diri ini, dan kebetulan selama bulan lalu memang pekerjaan utama menulis menyita waktu dan pikiranku hehehehe…


Kemudian, maaf, jika judul tulisan ini sedikit narsis, saya pribadi masih belum punya jam terbang tinggi. Meskipun hingga saat ini media yang memuat masih bisa dihitung dengan lima jari tangan. Tapi tentu ada kebahagiaan tersendiri ketika karya puisi lagi-lagi dimuat.  ^_^

Berikut karya puisiku yang dimuat dan link puisiku di website: disini


Tato – 1
Lengking Motley Crue Dr Feelgood
Hitam kelam The Girl with the Dragon Tattoo
Naga terbang menari bersama keluwung
Bikin aku ngidam tato malam malam

****


Tato – 2
Hari ini
Kau cium tato di punggungku
rajah ular memilin hati
pagut bibir kita bertaut
menjalin bak akar sulur

Jakarta, 18-11-2010
****


Bosan
Aku (pernah) menanti kamu menjemput hatiku
Mengayam hari memburai waktu menunggu
Hingga hati ini beku terpahat kisah sambil lalu

Bogor, 16 Mei 2010
****


Cerita Pagi
Wajah-wajah beku
Sibuk bergegas
Tinggalkan sarang
Memetik hari

Debu knalpot
Deru mesin
Bensin campur setengah isi
Menu pagi

Kaki-kaki kuda besi
Berderap hentakkan mata lengket
Lekas beranjak sebelum tenggat
Namun jalan susah beranjak
Usia pun tergerus di aspal kelabu



Jakarta, awal Desember 2010

****


Jatuh Cinta Lagi
Ini cerita kita
Saat hangat genggam tangan menyatakan rasa
tanpa kata cuma mata menjawab degup di dada

Ini sebuah kisah usang
Hanya selalu tercecap baru
Sejak senyum tautan rembulanmu menjemputku
Dan mata kilau pekat menyiramku dengan pagi

Ini kisah sederhana
Janji kita hanya “kamu dan aku”



Jakarta, 24 Juli 2010


****


Penggal Kisah


Ada sebuah kisah
Kita jemput dalam satu masa
Mengajak kita menulis cerita di buku jiwa
Tentang pelangi, bintang dan bulan.

Pada pelangi kita bentangkan layar cinta
Gantungkan asa di kemilau bintang
Menjalin kisah romansa di ujung senja.

Kini pada bening mata saling memandang
Bertanya dimana bara itu ada menyala
Kita jatuh cinta semusim kemarin
Bergulir jadi kisah selewat angin.