Sunday, August 14, 2011

Aroma Hujan (Petrichor)


Minggu sore (14/8) jelang magrib, hujan turun di kota Bogor.

Suasana langsung terasa adem.... apalagi belakangan ini panas kemarau terasa memeluk bagi saya, maupun dari keluhan teman-teman.  Belakangan terik mentari terasa garingnya ketika sambil menjalani puasa Ramadan. 

Dan suara azan magrib sore tadi terasa damai berpadu hembusan angin sore, bersatu dengan indra penciuman kita ketika membaui aroma tanah menguar saat air hujan mencumbu permukaan bumi.

Bogor + hujan + permukaan tanah yang kering = aroma hujan … yang kusuka. Bau yang mengendurkan simpul-simpul syaraf dan ingin rebahan sambil dipeluk angin sepoi. Hanya bunyi hujan tanpa ada guntur menyalak atau kilat menyelak langit.

Jadi teringat penjelasan teman saya kalau bau tanah yang khas berasal dari kombinasi dua senyawa geosmin dan methylisobomeol yang tersintesa oleh bakteri tanah.

Nama ilmiah untuk bau hujan yang menyentuh permukaan tanah = Petrichor. 

(Gambar dikutip dari : www.viktr.net)

No comments: