Sunday, May 13, 2012

Mensiasati “Cobaan” Zaman Digital


Era kemajuan Teknologi Informasi memang memudahkan hidup. Ambil contoh sebagai Penulis, saya bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudah. Tinggal koneksikan perangkat computer/laptop dengan koneksi Internet, maka pencarian bisa melalui Google, Wikipedia, media berita versi online dan sebagainya.
Bahan rilis atau cek layout bisa dikirim melalui e-mail, dan koreksi pun dalam versi soft-copy. Paperless, tanpa coretan bolpen atau tinta merah. Semua dalam visual.

Tapi berapa banyak waktu terbuang akibat konsentrasi terpecah? Distracted?

Bangun pagi, nyalakan BlackBerry lalu memeriksa fitur BlackBerry Messenger, SMS (Short Message Service), e-mail dan ternyata beberapa rekan milis semalam tadi mempostingkan artikel, kemudian masuk ke Twitter dan akhirnya tangan pun gatal untuk men-scroll linimasa. Mencek, mengomentari dan nge-RT Twitter membuat badan masih ‘lengket’ di kasur.

Bangkit dari tempat tidur, tangan gatal untuk menyalakan  televisi dan sarapan pun bisa menjadi ritual memakan waktu akibat mata lebih sering menatap layar kaca sementara sarapan pagi yang sederhana masih tak tersentuh di meja makan.

Demikian pula ketika bekerja di kantor. Kadang gangguan itu terjadi ketika menyimak e-mail dan website. Media sosial seperti Twitter dan Facebook membuat kita masih memiliki ikatan sosial dengan mantan teman masa kecil, masa kuliah, sahabat sehobi dan sebagainya. Tahu-tahu hal ini membuang waktu 1-2 jam. Lebih parah lagi jika niat semula cuma mencari informasi tambahan guna menyelesaikan tulisan yang belum rampung.

Akhirnya kemudahan yang kualami sebagai pekerja media zaman modern mengundang berbagai konsekuensi. Kadang ini menjadi semacam “cobaan” tetap fokus dan bekerja teliti sekaligus cepat.

Dari membaca tentang tips karir di suatu media digital, ada tips tentang cara meminimalkan gangguan konsentrasi yang disebabkan oleh kemajuan bidang komunikasi di era modern. Yaitu:

Jangan jawab telepon dan email langsung. Kecuali memang sangat diperlukan, Anda bisa mengabaikan setiap panggilan telepon yang masuk. Begitu juga dengan pesan instan di komputer atau ponsel. Anda tak perlu langsung menjawabnya. Anda bisa mengalihkan panggilan telepon ke kotak pesan suara (voicemail) dan Anda bisa membiarkan jendela chat sebentar. Lalu Anda bisa mematikan ponsel jika tidak perlu.

Hal yang sama juga berlaku untuk email. Anda tak perlu meninggalkan kotak masuk terus menerus terbuka. Anda bekerja dengan lebih efisien jika Anda memroses email dalam waktu tertentu saja daripada mencoba untuk menghadapinya seketika itu juga.

Solusi lain adalah menerapkan konsep: bekerja lebih awal/ lebih larut. Misalnya jika masuk kantor jam 07.00 pagi, kita memiliki waktu 1 -2 jam sebelum rekan-rekan kerja Anda berdatangan. Sebaliknya, jika terjaga hingga larut malam dan menulis esai Anda setelah anak-anak tertidur, Anda akan jauh lebih tenang dalam bekerja.

Tapi yang paling utama adalah: Niat. Niat utama adalah ingin bekerja cepat agar waktu yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Yuk, kuatkan niat....! 

No comments: