Monday, August 20, 2007

Nama Pena

Sayap patah?
Dudy funny clown?

Hmm…otak saya segera memikirkan berbagai ide nama, yang pasti konyol, ketika saya disuruh mencantumkan "Nama Pena” untuk keperluan penulisan puisi.

Nama Pena? Pilot, Zebra, Standard, … hehe dasar dodol. Tentu bukan nama Merek pena dalam arti harfiah.

Tetapi saya memang ‘kering otak’ dan tidak punya ide kalau harus mencari nama samaran yang indah untuk diri sendiri. Nama penulis yang harus kucantumkan bersama karya yang kubuat. Yang setidaknya bisa membuat orang termehek-mehek atau ‘eye-catching’ dan berlanjut menjadi ‘ear-catching’ saat melihat dan menyebut Nama Pena-ku. (Toh sekarang era penulis online, jadi perlu melihat, baca dan sebut…) lalu membaca karyaku..

Dan, membaca nama-nama cantik yang tercantum dalam milis puisi yang kuikuti, semakin membuatku terintimidasi....Mungkin karena, “hari gini pake nama samaran?”
Meski kadang sampai sekarang aku masih sering dapat pertanyaan atas namaku yang tidak nyambung, memakai nama yang lazim digunakan 2 suku di Indonesia, tapi saya hanya tersenyum dan begitulah nama pemberian dari ortu saya.

Walaupun nama saya pasaran, tapi saya tetap punya panggilan sayang dari keluarga. Makanya saya ingin mencantumkan nama “Dudy”… walaupun saya bukan pelawak di keluarga …But, that’s my nick name.

Argh, apalah artinya nama? Ah, Shakespeare asal ngecap tuh! Jelas-jelas supaya ga salah manggil orang. Misalkan, jika kita mencari yang namanya Dewi di kantor, orang akan memastikan lagi, siapa yang dicari. Dewi Retno, Retno Dewi, Restu Dewi, Dewi Sulistyowati, dsb… atau Dewi yang kerja di divisi apa? (Rasanya lama-lama memang selain nama, job desk dan jabatan menjadi berperan besar).

Gimana kalau, “Menanti Pagi?”
Karena saya –cenderung- makhluk nocturnal. Pemalas di pagi hari, dan baru menemukan semangat bekerja ketika mentari mulai terbenam. Bukankah Pagi identik dengan ‘kebahagiaan’, ‘awal yang baru’, ‘sesuatu yang bagus’, sementara malam identik dengan kelam?

Dan, nama adalah doa. Seperti orang tua yang menaruh doa kebahagiaan dan harapan di nama sang anak. Jika saya mencantumkan nama “Menanti Pagi” maka kerjaan saya menunggu melulu……… :p

Hmm… Hmmm… Saya suka tokoh mandiri Srikandi. Gimana kalau “Srikandi Pena” hua haha lebih huancur lagi… Kayak julukan di zaman bela negara dan kemerdekaan deh!

Duh! Belum nemu ide nih. So far ya sudahlah nama sesuai KTP dan nama blog ini saja ya....

[Saya mulai menulis lagi setelah sekian lama tidak menulis blog]

4 comments:

nara patrianila said...

nama adalah misteri. Menjadi awal sebuah perjalanan. Nama selalu membawa berita baru bagi si pengucapnya. Meski itu hanya nama pena.

dewi said...

hai..hai...

jalan2 ketemu mbak eno disini..

Hehehe, secara saya juga sama2 pemilik nama dewi.. kalo aku paling sering ketelisipannya sih, kalo OB di kantor salah taruh form ijin gak absen-nya Mbak Dewi Retno (bukan Restu Dewi) yg sering nyasar di mejaku hihihihi...

Dewi said...

HAHAHAA..
saya pun Dewi juga..
Mmg betul.. nama adalah misteri...

Dewi said...

hahahaa...
saya pun Dewi juga..
Mmg nama adalah misteri..
bukan senang nak fikirkan nama pena..