Tuesday, September 20, 2011

24 Jam yang Tidak Cukup


Now I can't do it for ya, I'm too old. I look around, I see these young faces and I think, I mean, I've made every wrong choice a middle-aged man can make. I've pissed away all my money, believe it or not. I chased off anyone who's ever loved me. And lately, I can’t even stand the face I see in the mirror. (Tony D’Amato – the movie “Any Given Sunday”)


“Semakin tua semakin banyak kehilangan dari dalam diri kita,” demikian lebih kurang terjemahan bebas kalimat yang diucapkan pelatih Tony D’Amato saat membangkitkan semangat anak asuhnya yang tergabung dalam tim football Miami Sharks.

Aktor kawakan Al Pacino yang memerankan D’Amato punya wajah tua yang pas. Tim football yang sudah lama tidak memegang trofi kemenangan. Semua mengisi bagian tentang putaran waktu yang berlalu.

Hidup adalah sebuah buku putih, dan manusia masing-masing memiliki 24 jam sehari untuk mengisinya.

Ada masa ketika kita sibuk dengan sekolah dan bersenang-senang. Lalu berganti masa bekerja sambil bersenang-senang.

Suatu hari, tiba masanya ketika kebutuhan hidup bertambah, bertambah pula upaya kita mencari uang. Sekaligus juga tiba masanya kegiatan diukur dalam parameter materi dan eksistensi diri.

Kemudian tiba-tiba diri ini merasa 24 jam sehari tidak cukup. Bangga terhadap hal yang dilalui, hanya saja kali ini merasa banyak aktivitas yang ingin dikerjakan, namun bertanya: rasanya waktu itu dalam sehari kurang.

Ahya, saya jadi teringat satu lagi ucapan menarik yang kukutip dari film. Kali ini yang mengatakan adalah Carrie Bradshaw, karakter yang diperankan oleh Sarah Jessica Parker di film Sex and the City.

Umur 20 – masa bersenang-senang
Umur 30 – menebus kesalahan
Umur 40 – saya yang membayar

(Lalu Carrie bangkit membayarkan minuman yang dipesan wanita lebih muda yang baru saja diterimanya menjadi personal assistant). 

Yang saya sukai dan mengena dari kalimat ini adalah rangkaian kesuksesan seorang wanita. Dari masanya bersenang-senang dalam konteks menikmati hidup, kemudian memasuki pendewasaan cara berpikir dan perilaku, dan ditopang kemapanan finansial pula :)

Semoga hari-hari yang saya lalui memang selalu diisi hal yang bermanfaat. Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari ini adalah persiapan untuk menyambut hari esok. Dengan catatan: meski saat ini saya sedang bekejaran dengan waktu. 





2 comments:

unclegoop said...

jadi sudah berapa banyak kau isi buku itu? masih banyakkah halaman kosong yang tersisa? :((

aura-azzura said...

to Unclegoop:

insya Allah masih banyak halaman kosong, Uncle, ...

semoga panjang umur untuk menulis berbagai 'cerita', dan semoga lembaran hidup yang sudah kutulis isinya adalah hal-hal berguna dan positif ..

link twitterku : @EnskiDew